Mensyukuri Demokrasi


Selamat pagi Nusantara.. H-2 Pemilu Apa Kabar? :D

Sebagai warga negara Indonesia, saya bangga karena negara kita menganut system demokrasi dimana pemimpin tidak lagi ditentukan oleh partai penguasa atau kelompok tertentu melainkan ditentukan oleh pilihan rakyatnya. Kita harus Mensyukuri Demokrasi ini.

Dua hari lagi kita akan memilih anggota legislatif. Inilah kesempatan untuk kita mengubah "warna" republic ini. 9 April di Indonesia kali ini adalah tanggal dimana kita akan menentukan perjalanan 5 tahun kedepan, karena itu saya berharap semua warga yg memiliki hak pilih punya keinginan untuk melihat Indonesia lebih baik dengan cara ikut memilih secara cerdas.

Tidak mudah untuk menentukan siapa yang akan kita pilih pada 9 April. Banyaknya partai dan caleg yang ikut, serta minimnya informasi tentang mereka yang bisa kita dapatkan, makin membuat persoalan tambah rumit. 

Memilih dengan Cerdas - Pemilu 2014
sumber gambar : @turuntanganBKS

Kalo milih pacar aja harus pake dasar kepercayaan, apalagi milih pemimpin. Jangan cepat percaya dengan bujuk rayu untuk mendapatkan dukungan Anda! Cermati dan telitilah komitmen dan kesungguhan mereka untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Yang sudah pernah menjabat, lihat kinerjanya. Yang belum pernah menjabat, nilai idenya. 

Berikut 5 Tips untuk memilih secara cerdas : 
1.  Tidak Memilih Berdasarkan Agama! Pemilu harus kita maknai sebagai momentum untuk memperkokoh NKRI. Karena itu, dalam memilih berilah penilaian berdasarkan kapasitas, kualitas dan rekam jejak figur, bukan berdasarkan agama. Memilih berdasarkan agama berarti kita memberi sumbangan terhadap keruntuhan NKRI di masa depan.

2.   Tidak Pilih Partai dan Caleg yang Korupsi! Korupsi merupakan persoalan bangsa yang sangat akut. Karena itu, kita tak ingin parlemen kita nanti dihuni oleh partai dan orang-orang yang bermental korup dan tamak. Kita berharap Pemilu 2014 menjadi momentum untuk memutus mata rantai korupsi yang dilakukan partai dan caleg di masa lalu.

3.  Tidak Pilih Partai dan Caleg yang Melakukan Politik Uang! Salah satu persoalan Pemilu kita saat ini adalah maraknya politik uang. Politik uang adalah salah satu mata rantai korupsi. Karena itu, kita yakin bahwa partai atau caleg yang melakukan politik uang pasti akan terlibat korupsi ketika menduduki jabatan nantinya. Dan tentu, kita tidak ingin Pemilu 2014 menghasilkan koruptor baru.

Pemilu 2014, Tolak Politik Uang, Anti Golput
sumber gambar : @kdri
4.  Tidak Pilih Partai dan Caleg Pelanggar Aturan! Faktanya bahwa dalam Pemilu banyak partai dan caleg dengan sengaja melanggar aturan. Belum terpilih saja sudah banyak melanggar. Perilaku seperti ini kita nilai kurang baik jika dihubungkan dengan tugas yang akan diemban sebagai pembuat aturan. Karena itu, kita ingin parlemen nanti akan dihuni oleh orang-orang yang bermartabat dan berintegritas.

5.    Tidak lihat Partai, tapi lihat Orangnya. Ini mungkin banyak yg kurang setuju, ada yg berpendapat bahwa bagaimana pun baiknya dan hebatnya seorang caleg, tapi kalau dia berada di dalam partai yang tidak baik, maka perjuangannya akan sia-sia karena mereka akan tunduk kepada partainya. 
  
    Yang dibutuhkan saat ini adalah orang-orang baik masuk politik, tak peduli apapun partainya. Sabtu kemarin dalam acara #MengadiliAnies, seorang peserta bertanya “Apakah saya harus memilih partai, atau orangnya?Anies Baswedan menjawab “pilihlah orang baik”.  Jangan lihat warna partainya, tapi lihat orangnya apakah dia baik dan kompeten. Warna kita hanya merah-putih, Indonesia.

Di atas semuanya itu, yang terpenting adalah kita memilih dengan Hati Nurani! Jangan terpengaruh, terlibat atau bahkan melibatkan diri dalam politik uang! Sebab itu berarti Anda menggadaikan hati nurani Anda.

Semoga Pemilu 2014 ini berlangsung secara damai dan aman serta bebas dari kecurangan. Tingginya angka golput sering menjadi modus kecurangan dan manipulasi suara. Dalam hal ini, ikut memilih kita maknai sebagai upaya untuk semakin menutup ruang kecurangan dan manipulasi suara.

Buat Mahasiswa rantau yang belum sempat mengurus surat #PindahPilih atau tidak terdaftar di DPT tapi masih peduli pada nasib bangsa? Datang aja ke TPS terdekat bawa KTP diatas jam 12, insya Allah bisa milih. (info selengkapnya baca disini).

Masih ada kesempatan 2 hari untuk melakukan researching. Banyak situs untuk cari tau tentang caleg : http://orangbaik.org, http://infocaleg.org,  http://majuindonesia.com, http://votecerdas.org. Do your research :)

sumber gambar : @UBscout
 Selamat Memilih. Tolak Politik Uang, Pilihlah dengan Hati Nurani dan Jangan Golput!

18 komentar:

  1. partai bebas korupsi ada nggak ya?? :S

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya rasa nggak ada. Partai mana coba yg bebas dr korupsi? makanya jangan kita memilih berdasarkan partainya, tapi lihatlah orangnya. :)

      Hapus
  2. Udah beberapa kali kayaknya baca postingan berbau politik di blog ini. Huehehe keren banget. Lanjutkan, Bang! Semoga berkurang ya orang-orang yang golput setelah baca tulisan-tulisan di sini :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, entah kenapa tiba2 gue serasa jadi pengamat politik dadakan :)

      Hapus
  3. Saya termasuk golput, golongan pencari uang tunai... :) salam kunjung dari joogj circles.

    BalasHapus
  4. sip, gunakan hak pilih buat pemilu 9 April nnti, walaupun tidak memilih juga pilihan :D. tapi untuk Indonesia yang lebih baik harap dipertimbangkan :D

    BalasHapus
  5. gak memungkinkan untuk mudik, kemungkinan bakal nyari TPS terdekat ni :) :D

    BalasHapus
  6. semoga saja pemilu 2014 ini bisa menjadi gerbang perubahan demi kebaikan dan masa depan negeri Indonesia yang lebih cerah........saya setuju bahwa kita harus memilih orang yang baik, namun tentunya saya tidak begitu sepaham dengan memilih bukan berdasarkan agama....., namun apapun itu smua tergantung kepada diri kita masing2 mau pilih yang mana.....selamat memilih....keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  7. Kalo pun ada yang ngasih duit buat nyoblos si A, si B... terima saja duitnya, tapi coblosnya orang lain. Coblos yg lebih kompeten ... #sesat

    BalasHapus
  8. saya millih yang kenal saja

    BalasHapus
  9. khusus no 1 dan 5 saya tidak setuju :D

    BalasHapus
  10. yah memang sangat sulit sekarang ini menentukan pilihan..
    bagi gue sih sulit.
    soalnya kalau orang memposting kebaikan mereka (misalkan memberikan bantuan ke rakyat) ke sosial media. pasti ada yang sewot. mereka bilang itu pencitraan saja.
    dan sebaliknya, kalau orang membeberkan keburukan sang pilihan, malah diserang balik. dikatakannya itu pencemaran nama baik.

    jadi serba susah deh,,
    dan gue setuju, cuman ada satu cara untuk memilih di jaman sekarang. yaitu dengan hati nurani masing-masing.

    oh ya, kalau boleh gue minta tolong nih, kunjungi blog gue :
    http://nafarinm.blogspot.com/2014/03/mohon-doa-agar-sukses-uas-dan-un-2014.html

    bantu doa dan beri komentar aamiin ya, thanks..

    BalasHapus
  11. akhirnya bisa bw ke blog kakak juga hihihi. tahun ini belum jadi pemilih jadi no comment deh.. *minggir*

    BalasHapus
  12. pokoknya jangan sampai dah kita golput :D

    BalasHapus
  13. Gue udah nyoblos dong. Dan alhamdulilah nyari tahu tentang calegnya dulu.

    BalasHapus
  14. saya udah nyoblos kemaren :D walau ada sih 1 surat suara yg gue nggak kenal sma sekali calegnya, yang paling susah di hilangin gue rasa adalah no.3 politik uang, gue lihat di sekitar aja ada banyak banget caleg yang gunain politik uang 2 atau sehari sebelum pemilihan, parah deh padahal di pas khutbah jumatan udah di kasih tau kalau politik uang itu hukumnya haram

    BalasHapus
  15. Saya juga udah nyoblos kemarin, walaupun banyak masih buta dengan calonnya, tetapi yaaaaaa gitu deh hehehe.

    BalasHapus

I'm believe that feedbacks and suggestions of service users are part of trigger for me for moving forward to better direction. Submit Questions, Suggestions and Feedback to me through this form.