Bangga Menjadi Apatis?

Bangga Menjadi Apatis?

“Sebentar lagi pemilu. Udah tau mau milih siapa?”
“Ah bodo amat dah. Aku gak suka politik”
*****
“Tahun ini banyak yang nyaleg ya. Orang nya juga gak sembarangan.”
“Ohya? Aku baru tahu malah. hahaha” (tertawa bangga)
 *****
“Tahun ini pertama kali kita milih presiden nih. Kira-kira siapa ya yang bakalan menang?”
“Gak tau ah, ikut keluarga aja milih siapa.”
*****
“Anies Baswedan maju, coy. Ada istilah ‘turun tangan’ lagi. Gabung yuk?”
“Ah kamu kayak anak Sos-Pol aja ngurusin yang begituan.”
“Ya jangan apatis juga, bro”
“Muak kalo ngeliat apalagi mikirin politik, yin. Kerjaan mereka korup.”
“Ya jangan sampe terulang lagi lah”
“Bodo ah. Gak penting juga mikirin yang begituan”

*****

Saya heran, mengapa banyak orang yang apatis dan dengan bangganya mengaku apatis sedangkan di saat yang sama mereka sibuk memaki pemerintah yang ‘gak ada benernya’ di mata mereka. Mbok ya kalau tahu itu salah yo dibenerin toh. (ala Jowo).

Yuk ubah pola pikir kalian teman-teman. Yuk peduli! Peduli yang bagaimana? Kita belum apa-apa. Ya menggunakan hak pilih dengan benar! Terus kenapa harus benar-benar berhati-hati dalam memilih?

Edward Samuel pernah nulis artikel ini :
 “Kalo loe masih SMA / kuliah dan masih ngerasain kejamnya UN + skripsi, rasain! Itulah akibatnya milih orang yang nggak paham sama esensi pendidikan. Emang loe kira kebijakan UN ama skripsi siapa yang buat? Nenek loe? Bukan lah!, yang buat itu orang-orang yang loe pilih untuk duduk di pemerintahan. 

Kalo loe mase pake motor, naik angkutan umum, atau punya mobil sendiri, dan mase ngerasain tingginya biaya bensin + ongkos transportasi, rasain! Itulah akibatnya kalo milih orang yang nggak jujur, yang memboroskan anggaran negara. Emang loe kira kebijakan ekonomi siapa yang buat? Nenek loe? Bukan jugaaaa. Orang yang loe pilih untuk memerintah lah yang bikin. 

Kalo loe mase muda dan mase apatis politik, rasain! Apatisme kalian adalah akibat dari segelintir orang yang memilih orang yang nggak bener, kemudian kalian liat hal itu, jadi apatis, terpilih lagi orang yang nggak bener, dan begitu terus lingkaran setannya. Benci kan baca berita isinya koruptor semua? Benci kan nonton berita isinya berita negatif semua? Gw lebih benci kalo kalian cuman benci politik dan ga bikin apa-apa.” 
Halah, paling juga entar yang dipilih ujung-ujungnya korup kayak yang lain. Ya makanya harus hati-hati.
*****

Saya menulis ini bukan untuk menghakimi siapapun, Apalagi berusaha agar terlihat lebih baik dari siapapun. Saya hanya ingin kita bersama-sama untuk peduli dan mencoba memperbaiki apa yang selama ini sering kita keluhi, caci, bahkan maki. Oleh karena itu, yuk berhenti apatis apalagi bangga dengan ke-apatis-an kita.

44 komentar

Nggak selamanya politik itu kotor, mari wujudkan Indonesia lebih baik dengan memilih capres yang tepat. Dan golput bukan tindakan terpuji yang dapat dibanggakan :) golput bukan HAM!

Sepakat sekali. Banyak orang yang ngeluh sama jalannya pemerintahan, kok begini amat, kok ternyata begitu. Nah, itu karena kebanyakan mereka asal pilih dan tidak menggunakan hak pilihnya dengan baik. Ada salah satu teman saya, malah memilih yang (maaf) memberikan uang terbanyak. Duh, padahal uang kan ngga menjamin. Ada lagi yang nyoblosnya sambil merem. Hmm... emang dasar golput: Golongan Putus Asa.
Sudah saatnya memang kita sebagai generasi penerus pandai-pandai memilih pemimpin yang baik dan bertanggung jawab.
Eh, anyway, pemilu tahun ini pertama kalinya saya ikut nyoblos hehehe.

inget sepenggal perkataan bush di film harold and kumar
"Kau tak harus mempercayai pemerintah untuk jadi penduduk yang baik. Kau hanya perlu percaya pada negaramu"

bukan berati kita harus menjadi apatis, terus lah berjuang untuk mencintai dan jgn ragu akan negaramu seakan kau ingin memberi tau nya bahwa kau sangat mencintai negara mu ,, nice post bro

I do proud being phlegmatic one :D *halah

tenang, saya setia kok menggunakan hak pilih pada pemilu :D

Bener nih, semua sistem yang ada sekarang yah dari Pemerintah, jadi jangan sampai salah memilih, atau tidak memilih sama sekali untuk kemajuan bangsa ini.

keren dah ini artikel, oh ya jangan lupa kunjungan balik dan koment balik ya http://ane-aldi.blogspot.com/2014/03/tempat-magang-dengan-gaji-besar.html

yang kasian itu waktu UN nya dibikin beragam tipe soal. kasian tim soalnya loh. itu aja nguras tenaga. faktanya soalnya dipake cuma sekali aja kan? jadinya, sebenernya efektif kah sistem seperti itu? kalo sebuah amanah untuk ngampu jabatan dikasihkan sama seseorang yang bukan ahlinya, tunggu aja kehancurannya. kita yang harus mulai peduli dengan pilih orang yang baik dari pilihan yang ada.

gua apatis. gak bangga juga sih. biasa aja
gua milih kalau emang yg maju sebagai presiden memang bagus track recordnya.
suara kita memang menentukan pemerintahan, tapi kinerja mereka lebih menentukan. pilih hati2? yah, seakan kita bisa menebak sikap orang.

Mari gunakan hak pilih....
salah memilih mungkin bisa terjadi, makanya ada istilah memperbaiki karena peduli..
Kalo ga ikutan milih, ya siap aja jadi korban terpilih....

9 April for goddamn Indonesia's Change! hehe.

Sering nih denger kata apatis ini pas SMA kemarin :D

bener nih, kebanyakan anak muda indonesia kurang minat tentang segala hal yang berhubungan sama politik-politik gitu. palingan cuma bisa nge-kritik ini itu doang.

suka kesel juga sama orang yang asal-asalan pas lagi nyoblos, akhirnya orang-orang yang pengen ada perubahan jadi kena imbasnya garagara mereka yang asal-asalan milih :(

waaah, kereeen, tulisannya kereeeen (y)
smoga maikn banyak anak muda yg melek, pentingnya memilih pas pemilu yaaa ^^

anak muda jaman sekarang mah asal nyoblos aja, tanpa tahu latar belakangnya. ntar kalo yang dipilih udah terbukti makan uang rakyat, yang kena imbasnya malah orang se-Indonesia

Semoga aja pas pemilu ntr anak muda-nya pada nyoblos itu demi kepentingan rakyat bukan demi kepentingan update status atau upload picture segala mace, HEHEHE :))

kalo ada yg bagi2 uang, ambil saja uangnya tp belum tentu pilih dia..

perdana ya, semoga gak salah pilih :)

makasih. percaya aja gak cukup. kita harus turun tangan.

^ warga negara yg baik :)

iya, tanpa kita sadari bahwa akar dari segala masalah dalam kehidupan kita sehari-hari adalah buah dari pilihan kita saat pemilu. makanya pilih yg benar2 berintegritas.

nah tuh kan. benar. bayangkan jika semua pemerintah daerah, eksekutif, legislatif, kementrian, dan lembaga publik lainnya diisi oleh orang2 baik.. negara ini dijamin akan maju dan berkembang

untuk caleg emang susah memilih mana yg baik , karena kenal aja gak, tiba2 mereka muncul pas mau pileg. nah kalau soal capres akan lebih mudah. coba googling nama mereka, riset sendiri tentang track record mereka, kalo udah yakin, mari dukung mereka. jangan golput

iya. 2014 adalah kesempatan untuk mengubah permainan ini

that's right. it's time to make a change... !!

jangan apatis lg dong. mari cari orang2 baik di sekeliling anda yg ikut nyaleg atau nyapres, lalu dukung mereka

iya. kritik dan pesimis. kata pak Anies Baswedan bangsa kita udah punya banyak stok tukang kritik, yg kita butuhkan sekarang adalah orang yg mau turuntangan langsung menyelesaikan masalah itu

nah itu dia yg harus kita ubah. karena orang-orang baik kalah, bukan karena banyaknya orang jahat. tapi karena orang baik lainnya memilih diam dan mendiamkan..

makasih ya mbak rani :)

iya, pilih dengan hati nurani, tolak politik uang, dan jangan golput

ga golput kan, udah tau mau milih siapa ntar?

iya. seharusnya kita mencari orang2 baik di sekeliling kita yg lalu dukung mereka . jangan memilih yg memberi anda uang.

hehe. golput memang bukan pilihan yg tepat untuk melampiaskan kekecewaan kita bagi pemeritah. itu justru akan menambah kekecewaan kita.

gue harus pulang kampung dulu kalo mau milih, jadi doain aja jadwal kuliah lagi gak padet2 amat.. biar gue bisa milih calon pemimpin yg bersih :) :D

sekarang ada kebijakan buat mahasiswa, cukup mendaftar dgn membawa KTP ke KPU kab. atau kota dimana anda menuntut ilmu sekarang maksimal 3 hari sebelum pencoblosan.
di kampus saya ada sosialisasi tentang kebijakan ini :)
baca ini: http://blog.ub.ac.id/gustiangr8/2014/03/ini-syarat-agar-mahasiswa-rantau-bisa-ikut-nyoblos/

saya punya temen anak UB jurusan pajak kalau gak slah, bikin acara buat mahasiswa perantauan bisa milih tanpa harus pulang kampung, bener2 keren. soalnya dana pemilu tahun ini lumayan besar. dan sangat disayangkan kalau jatuh ke tangan yang ysalah :D

nice post gan :3

gue belom 17 tahun, jadi gue gak punya pilih. tapi gue geregetan liatnya-_-
=> mhdqbl.blogspot.com

iya sekarang kita boleh #PindahPilih buat mhs rantau..

makasih :)

semoga gregetannya itu tetap terpelihara sampai tiba waktunya ikut pemilu nanti :)

memilih akan menciptakan korupsi berjamaah. ( seperti yg anda ketahui )
golput bagian dari demokrasi ( walaupin tidak memilih )

jadi......!!! manakah yg menciderai DEMOKRASI.

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel diatas
= > Berkomentar dengan url ( mati / hidup ) akan dihapus otomatis oleh administrator blog.