Pesan Buat Mahasiswa Baru


Mahasiswa Baru 2013
image : PK2MU Universitas Brawijaya 2013
Selamat datang wahai Mahasiswa Baru (Maba) di kampus mana pun kalian diterima. Kalian adalah putra-putri terbaik bangsa. Semoga kalian bisa menjadi penerus bangsa yang lahir dari rahim kampus masing-masing. Apa pun jurusan yang kalian pilih, sengaja menjadi pilihan atau terjebak dengan pilihan yang sulit, sebenarnya inilah gerbang dan jalan masa depan kalian. Tidak ada yang kebetulan. Semua telah direncanakan oleh Sang Pencipta. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana masa depan akan mewarnai kehidupan kita selanjutnya. Semua tergantung kalian dalam memulai. Apakah dengan penuh semangat atau biasa-biasa saja.

Perjuangan kalian dalam persaingan agar bisa diterima di kampus impian tentu banyak cerita. Banyak hal yang mungkin dapat kalian tuliskan, panjangnya berlembar-lembar. Kalaupun diceritakan juga pasti akan berdurasi panjang. Pilihan kalian datang ke kampus ini adalah pilihan tepat. Masa depan ada di tangan kalian. Bukan hanya ada di tangan kampus.

Kalian adalah pewarna bagi kanvas baru yang kalian miliki. Setelah masa putih abu kalian lewati, siklus kehidupan baru menanti di depan mata. Kanvas tersebut adalah lembaran-lembaran hari, cerita suka, duka bahkan cerita garing; berbagai hal dari hari pertama sejak dinyatakan sebagai mahasiswa baru hingga kalian bisa menyelesaikan pendidikan sarjana tepat pada waktunya.

Tidak akan ada gambar yang menarik di atas kanvas yang kalian miliki, selama kalian pribadi sebagai pewarna, tak pernah mau dan cepat serta tepat dalam menggoreskan segala potensi terbaik dan kreativitas yang dimiliki. Masa depan yang cerah adalah milik mereka yang mampu membenahi dan meningkatkan kualitas diri, bukan bagi mereka yang hanya menunggu dan bergerak pasif. Kalian makhluk tuhan yang sempurna. Kalian punya potensi terbaik yang sadar atau tidak sedang kalian miliki. Pancarkanlah ia demi masa depan yang cerah.

Dunia kampus adalah dunia akademik dan organisasi. Kalian diminta untuk memenuhi target akademik yang memuaskan. Target penilaian dari berbagai mata kuliah yang kalian ambil. Diharapkan semua mata kuliah sebagai konsekuensi jurusan atau konsentrasi yang dipilih dapat bernilai baik, lebih-lebih sempurna. Sementara itu, pencapaian akademik yang baik tidak akan membuahkan hasil yang manis ketika bersikap pasif dalam dunia organisasi.

Dunia akademik tidak bisa dipisahkan dengan dunia organisasi. Ibarat air sirup dan cereknya. Akademik itu diibaratkan air sirup. Sementara organisasi adalah cerek. Akan bermanfaat ketika air tersebut dapat dialirkan melalui cerek kepada gelas-gelas yang membutuhkan. Artinya, penguasaan akademik yang baik dapat terlihat ketika mahasiswa tersebut mampu berbuat banyak, aktif dalam suatu organisasi.

Sepertinya, tidak akan pernah rugi ketika kalian bisa menyeimbangkan kemampuan akademik dan organisasi. Suatu saat, jika telah lulus dari pendidikan sarjana, apalagi saat interview kerja, apply buat master bahkan doktor, kalian akan ditanyakan apa saja yang telah kalian perbuat selama di kampus. Terutama pencapaian nilai akademik serta keaktifan dalam berorganisasi.

Dunia kampus mana pun, hampir semuanya mempunyai banyak Unit Kegiatan Mahasiswa  (UKM), Himpunan Mahasiswa, BEM, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan lain sebagainya. Itu semua adalah wadah tempat mengasah kreativitas sesuai dengan minat dan bakat. Kalian harus mampu bergerak cepat dan tepat dalam menentukan wadah kreativtas yang kalian inginkan. Tentunya berdasarkan passion, desire, hasrat serta hati nurani kalian. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan belaka. Ikutan teman, pacar dan lain sebagainya.

Perjuangan mahasiswa tidaklah mudah. Apalagi menjadi yang terbaik di antara yang terbaik. Perjuangan menjalani hari demi hari saat berstatus sebagai mahasiswa tidak akan pernah lepas dari debu-debu perjalanan. Artinya, tidak ada perjuangan yang santai dan bebas dari suka dan duka. Semua ada pengorbanan, baik fisik, materi dan psikis. ‘Cape hati, cape harta, cape raga,..’ dan sebagainya. Itu semua konsekuensi yang tidak pernah hilang dari setiap peredaran kaum pejuang.

Saat ini, sekarang ini saat kalian baru menyandang status sebagai mahasiswa baru, pasti melihat begitu ramainya orang yang berstatus sama dengan kalian. Ribuan mahasiswa baru yang masuk setiap tahunnya, terutama tahun 2013 ini. Seiring berjalannya waktu, teman dan orang yang banyak itu, sedikit demi sedikit akan berguguran di tengah perjalanan. Berhenti sengaja atau dengan alasan lain. Menyandang status sebagai mahasiswa pasti jauh berbeda dengan masa putih abu dan masa-masa sebelumnya. Kalian masuk di tahun yang sama, tidak menjamin akan lulus bareng di tahun yang sama. Tergantung ketekunan dalam berjuang.

Pada akhirnya, menjadi mahasiswa baru adalah pilihan yang tepat dan hanya dapat dinikmati bagi mereka yang beruntung. Karena tidak semua kaum putih abu dapat merasakan apa yang kalian rasakan saat ini. Pilihan yang sudah dan sedang melekat di pundak kalian, yaitu pilihan jurusan, kampus, daerah dan sebagainya adalah pilihan yang tepat. Karena ini gerbang masa depan yang telah ditetapkan sang sutradara yang mahabesar. Sebagai mahasiswa kita hanya dituntut berusaha semaksimal mungkin dan terus mengembangkan kualitas diri secara pro aktif dan sekali lagi pro aktif.

Sebagai pemahaman, bukan di mana kita belajar, tetapi bagaimana cara kita belajar. Bagaimana mengisi dan mewarnai kanvas yang sedang kita miliki agar menjadi indah dan dapat menyejukkan mata yang memandang, telinga yang mendengar, hati yang merasa. Sehingga perjuangan kalian mempunyai nilai kebermanfaatan yang tinggi dan membuat senyum, kebahagiaan, tawa mengembang karena rasa sumringah yang terpancar jelas dari wajah orangtua kalian. Dan dalam hati mereka, semakin mantap dan menancap keyakinan bahwa mereka sangat bangga memiliki buah hati seperti kalian.

Sekali lagi selamat datang mahasiswa baru di dunia perkuliahan. Rahim kampus kalian saat ini merindukan kelahiran penerus bangsa. Siapa lagi kalau bukan kalian dan kita semua.

*Ditulis oleh mahasiswa yang baru lulus dengan penuh kesalahan, penuh penyesalan. Kenapa tidak bisa berbuat banyak, kenapa dulu hanya tidur, malu-malu,  menghabiskan waktu dengan berleha-leha. Kenapa, kenapa dan sebagainya. Ditulis sekedar untuk menyampaikan rasa agar Maba angkatan selanjutnya tidak menyesal di kemudian hari.

M Rodhi Aulia
Administrasi Negara (2009)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung 

2 komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel diatas
= > Berkomentar dengan url ( mati / hidup ) akan dihapus otomatis oleh administrator blog.