Si Pencipta Lagu "Amazing Grace"


Amazing Grace, John Newton
John Newton
 “Ajaib benar Anugerah, pembaru hidupku, ‘Ku hilang, buta, bercela; olehnya ‘ku sembuh.……” (Amazing Grace- KJ. 40)

Mungkin syair lagu diatas sudah tidak asing lagi ditelinga kita bahkan sering kita nyanyikan. Tahukah anda kalau penciptaan lagu terebut punya sejarah yang menarik untuk kita ketahui.  John Newton, dialah yang menciptakan lagu tersebut sesuai dengan perjalanan hidupnya.

 Di makam Olney-Inggris, ada pahatan batu dengan kata-kata berikut: “John Newton pernah tidak pecaya pada Tuhan. Ia adalah pedagang budak di Afrika, oleh karunia Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat, ia ditangkap dan diampuni serta dipulihkan bahkan dipanggil Tuhan untuk memberitakan iman yang olehnya sendiri lama mau dimusnahkan”.  Kata-kata kesaksian ini ditulis sendiri oleh Newton sebelum meninggal. Dan, memang itulah dia, orang yang hidupnya penuh pergumulan luar biasa tetapi menjadi salah seorang Penginjil besar di abad XVIII.

 Ibunya, seorang yang hidup dekat pada Tuhan dan meninggal ketika Newton berumur 7 tahun.  Ayahnya menikah lagi, lalu Newton masuk sekolah di kota lain.  Akan tetapi pada usia 11 tahun, ia meninggalkan sekolah dan menjadi Pelaut.  Ia berkali-kali pindah kapal dan tinggal di tepi pantai barat Afrika untuk mencari dan mengumpulkan budak-budak lalu menjualnya kepada Pedagang.  Kemudian, ia menjadi Jurumudi di kapal miliknya sendiri.  Gaya hidupnya waktu itu mengumpulkan budak-budak, mengangkut mereka dan menjualnya.

 Pada tahun 1748, ketika dirinya akan pulang ke Inggris, kapalnya diserang badai dan nampaknya seluruh kapal akan tenggelam beserta penumpangnya, tetapi mereka selamat.  Seusai pengalaman itu, ia mulai membaca buku “Teladan Kristus”, buku  yang sangat memikat perhatian Newton.  Pengalaman di badai maut dan isi buku tsb ternyata dipakai oleh Roh Kudus untuk menanam benih pertobatan di dalam hatinya sehingga mau menerima Kristus sebagai Juruselamat.

 Selama tahun-tahun berikutnya, Newton tetap menjadi kapten di kapal pengangkut budak-budak tetapi gaya hidupnya telah berubah.  Tiap hari Minggu, ia mengadakan kebaktian dengan awak kapal yang berjumlah 30 orang.  Hingga pada akhirnya Newton meninggalkan pekerjaan sebagai Penjual budak karena usaha itu tidaklah manusiawi.  Ia ingin menjadi hamba Tuhan dan mulai belajar.  Pada umur 39 tahun, ia diangkat menjadi pendeta di Olney (suatu kota dekat Cambridge-Inggris).  Sering ia bercerita tentang hidupnya sendiri dan bagaimana Tuhan menangkap dirinya.  Di samping berkhotbah di dalam gedung gereja, Newton juga sering memberitakan Firman Tuhan di gedung pertemuan umum di wilayah itu dan selalu saja banyak orang yang datang untuk mendengar “Pelaut yang sudah bertobat itu”  (Ef.2:8-9).

 Pada tahun 1780 Newton menjadi rektor dari Woolnoth St Maria, St Mary Woolchurch, di London.  Di sana ia menarik jemaat besar dan mempengaruhi banyak orang, di antaranya William Wilberforce, yang akan menjadi pemimpin dalam kampanye untuk penghapusan perbudakan.  Newton terus berkhotbah sampai tahun kehidupan, meskipun dia buta pada waktu itu.  Dia meninggal di London 21 Desember 1807. 

2 komentar:

  1. Mantap. Aku lagi mencari reverensi pencipta lagu ini. Aku menyanyikan lagu ini di http://www.youtube.com/watch?v=NO_baTwWv50

    BalasHapus

I'm believe that feedbacks and suggestions of service users are part of trigger for me for moving forward to better direction. Submit Questions, Suggestions and Feedback to me through this form.